Omicron Masuk RI, Pemerintah Didesak Tutup Penerbangan Internasional

Omicron Masuk RI, Pemerintah Didesak Tutup Penerbangan Internasional

Pengamat penerbangan Alvin Lie meminta pemerintah menutup saat penerbangan internasional berasal dari sejumlah negara yang terbukti miliki temuan persoalan covid-19 varian omicron ke Indonesia. Tujuannya, sehingga tidak menaikkan dan menyebarkan persoalan baru.
Menurut Alvin, hal ini harus dilaksanakan sebab sejumlah negara di dunia sejatinya sudah miliki temuan persoalan omicron. Namun, pemerintah belum menaikkan daftar negara yang warga negaranya dilarang masuk ke Indonesia.

“Kita harus meninjau jumlah negara yang dikenakan larangan masuk Indonesia ini. Kalau harus ditambah, ya ditambah dan tutup penerbangannya,” ungkap Alvin kepada CNNIndonesia.com, Jumat (16/12).

Penutupan ini, sambung dia, berlaku untuk seluruh kalangan, baik pekerja atau tenaga kerja asing (TKA) maupun wisatawan dengan sebutan lain turis yang mengidamkan berlibur ke Indonesia.

Sebab, menurutnya, seluruh kalangan miliki potensi mempunyai virus, terutama yang datang berasal dari negara-negara yang miliki persoalan omicron. Hal ini merujuk terhadap temuan persoalan omicron di Indonesia yang menjangkit tiga orang TKA berasal dari China yang masuk lewat Manado, Sulawesi Utara.

“Kalau sebetulnya berasal dari China sudah banyak yang terkena, ya saat setop, seluruh orang berasal dari China atau yang dulu ke China di dalam 14 hari terakhir, tidak boleh masuk Indonesia. Dan ini bukan TKA atau TKA, tapi intinya berasal dari negara mana pun (yang miliki persoalan omicron),” katanya.

Selain memperketat pintu masuk, Alvin menjelaskan pemerintah termasuk harus memperketat ketetapan karantina bagi seluruh kalangan, tanpa terkecuali. Ia meminta sehingga pejabat negara tidak diberi keleluasaan berwujud karantina mandiri.

“Jangan beri tingkah laku istimewa karantina independent benar-benar banyak, termasuk untuk pejabat. Apalagi diberi keleluasaan karantina di rumah, itu siapa yang mau mengawasi, bagaimana langkah mengawasinya,” ucapnya.

Senada, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet termasuk menilai penerbangan internasional harus ditutup sementara, meski agak terlambat Berita Dalam Negeri .

Namun, untuk penerbangan domestik rasanya tetap dapat dilakukan. “Tapi bersama syarat yang lebih ketat, jikalau tesnya harus PCR yang lebih akurat,” tutur Yusuf Berita Dalam Negeri .

Yang tak kalah penting, pemerintah harus langsung menelusuri kontak erat dan isolasi pasien yang terjangkit omicron. Penutupan penerbangan internasional termasuk di dukung oleh pengamat penerbangan berasal dari Arista Indonesia Aviation Center (AIAC) Arista Atmadjati di dalam rangka proteksi pemerintah kepada masyarakat.

Lihat Juga :
Sandiaga Uno Gugat Indosat Dkk Soal Perbuatan Melawan Hukum
“Menurut saya, benar-benar harus ditutup untuk saat kalau penerbangan khusus atau charter flight,” ungkap Arista layaknya dilansir berasal dari Antara.

Kendati begitu, menurutnya, penerbangan berasal dari luar negeri berskema charter dengan sebutan lain sewa tetap dapat dilakukan. Sebab, umumnya mengangkut satu komunitas, sehingga dapat memudahkan pengecekan dan penelusuran kontak fisik.

“Dengan pesawat charter, maka penumpangnya lebih gampang dilokalisir sebab umumnya berasal dari komunitas bersama jumlah terbatas, jadi tidak lazim bersama destinasi yang beragam,” ujarnya.

Di segi lain, ia khawatir temuan persoalan omicron di Indonesia bakal berdampak terhadap trafik penerbangan di di dalam negeri. Khususnya menjelang masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). “Kalau dapat jangan sampai membawa dampak mobilitas penduduk di di dalam negeri jadi terganggu,” pungkasnya.

Leave a Comment